Ramlan-Martinus VS Kotak Kosong, Ini Komentar SDK dan Hajrul

MAMUJU,SR. – Pasangan Ramlan Badawi-Martinus Tiranda bisa dipastikan bakal menjadi satu-satunya pasangan yang akan bertarung di pemilihan bupati (pilbup) Kabupaten Mamasa, dalam artian Ramlan-Martinus hanya melawan kotak kosong. Pasalnya, hingga tanggal 10 Januari 2018 sebagai batas akhir pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamasa, tak ada satupun calon yang kembali mendaftar.

Obed Nego Depparinding – Benyamin YD yang semula digadang-gadang menjadi pesaing Ramlan-Martinus, hanya mengantongi rekomendasi partai Gerindra (3 kursi) dan membutuhkan 3 kursi lagi untuk bisa diusung menjadi calon bupati. Jikapun Hanura (2 kursi) bergabung ke pasangan Obed-Benyamin, tidak bakal mencukupi kuota yang dipersyaratkan KPU sebanyak 6 kursi. Usaha Obed yang semula berharap PDI-Perjuangan bisa mengusungnya, lebih memilih berlabuh ke pasangan Ramlan-Martinus.

Menyikapi fenomena pasangan Ramlan-Martinus yang hanya melawan kotak kosong di pilbup Mamasa mendatang, mendapat tanggapan dari petinggi dua parpol pengusung yakni DPD Demokrat Sulbar dan DPW PKS Sulbar.

Ketua umum DPD Demokrat Provinsi Sulbar Dr H. Suhardi Duka,MM yang dihubungi Sulbar Raya.com via WhatsApp, Rabu (10/1/2018) menjelaskan, suhu politik jelang pilbup di Kabupaten Mamasa yang hanya menempatkan Ramlan-Martinus sebagai satu-satunya calon yang bakal bertarung di pilkada 2018, merupakan bagian dari strategi partai politik (psarpol) di DPP dan juga demokratis karena tetap ada pilihan. Ujar SDK, ia memberi apresiasi kepada Ramlan Badawi atas kemampuan lobinya meyakinkan pimpinan parpol di Jakarta. “Sebagai ketua DPD Demokrat, saya apresiasi langkah Ramlan meyakinkan petinggi parpol,” urai SDK yang juga mantan bupati Mamuju dua periode itu.

Lanjut SDK, tidak adanya lawan Ramlan-Martinus di pilbup Mamasa membuktikan bahwa Ramlan cukup sukses memimpin Kabupaten Mamasa baik dari segi pembangunan dan hiruk pikuk politik di Mamasa. Terbukti, 10 parpol bersepakat mengusung Ramlan dan Martinus. “Ini fakta politik di Mamasa. Apa yang dibangun Ramlan selama 5 tahun memberikan bukti bahwa dia sukses memimpin Mamasa,” tulis SDK.

SDK menilai, pasangan Ramlan-Martinus VS kotak kosong di pilbup Mamasa adalah peristiwa demokrasi yang banyak terjadi di Indonesia termasuk pemilihan kepala desa sering terjadi. “Ini peristiwa demokrasi yang biasa terjadi, tinggal masyarakat yang memberi keputusan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan sekretaris DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulbar, Hajrul Malik. Kata Hajrul, fenomena lawan kotak kosong merupakan hal biasa dan tetap diatur dalam UU. Hanya saja urai Hajrul, secara kualitas demokrasi sebaiknya tidak ada kotak kosong. “Kita lihat realitas di lapangan dimana hampir seluruh parpol memberikan dukungan ke Ramlan-Martinus karena dianggap petahana komitmen dan berprestasi,” ujar Hajrul yang dihubungi terpisah, Rabu (10/1/2018).

Bagi PKS sebagai salah satu parpol pengusung Ramlan-Martinus urai Hajrul, Ramlan dinilai mampu menjaga kenyamanan dan keamanan kabupaten Mamasa, selain itu Ramlan mampu mengayomi pluralisme dan keberagaman di kabupaten Mamasa. DMU-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *