Melalui Paripurna, Wabup Sebutkan Data Kemajuan Pemda

MAMASA,SR. – Wakil bupati (wabup) Kabupaten Mamasa Bonggalangi saat penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) perubahan tahun anggaran 2017 menyebutkan sejumlah data kemajuan pembangunan daerah.

Bonggalangi mengungkapkan, dalam APBD perubahan Kabupaten Mamasa tahun 2017, pendapatan daerah mencapai Rp. 999.522.999.570,6. Hal tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan proyeksi pendapatan daerah dalam APBD Pokok tahun anggaran 2017 yang ditarifkan sebesar Rp.946.126.175.112. Peningkatan proyeksi tersebut didapatkan atas kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan lainnya yang dinyatakan sah.

Ia menyampaikan, sejumlah capaian-capaian pengelolaan APBD Pemda Mamasa di tahun anggaran 2016. Menurutnya, berdasarkan data yang ada, realisasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2015 mencapai angka 6,7 persen sedangkan pada tahun 2016 bertambah menjadi 6,80 persen.

“Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan angka sekitar 0,05 persen dan diharapkan ditahun 2017 meningkat menjadi 7 persen,” katanya, Senin (16/10/2017).

Wabup juga menerangkan, untuk sektor pembangunan manusia tahun 2015, berdasarkan indeks pembangunan manusia (IPM) yakni, 63,51 persen. di tahun 2016 bertambah sekitar 0,34 persen dari tahun sebelumnya. Sehingga di Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa menempati urutan ketiga setelah Kabupaten Mamuju Utara dan Kabupaten Majene.

Selanjutnya kata Bonggalangi, IPM dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu yang pertama, indeks kesehatan yang diwakili angka harapan hidup, yakni 70,43 persen. Yang kedua, indeks pendidikan dipengaruhi oleh angka harapan lama sekolah yaitu 11,36 persen, dengan angka rata rata lama sekolah 6,96 persen. Sedangkan yang ketiga kualitas daya beli sekitar Rp. 7.331.000,-.

Sementara untuk penduduk miskin di tahun 2016 sekitar 21,43 ribu jiwa atau sebesar 13,83 persen dari jumlah penduduk sebanyak 154.927 jiwa. Dengan demikian, diharapkan ditahun 2017 mengalami penurunan sekitar 1,83 persen sehingga menjadi 12 persen.

Menurut Bonggalangi, didalam RAPBD tahun 2017, banyak tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Mamasa, sehingga diperlukan langkah strategi kebijakan daerah guna mengantisipasi permasalahan yang timbul dan penyelesasiannya secara tepat, cepat dan teratur.

“Dalam RAPBD tahun 2017 ini, diharapkan langkah strategis untuk kesinambungan pembangunan daerah,” kata Bonggalangi dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Muhammadiyah Mansyur mengatakan, rancangan APBD ini diserahkan kepada DPRD Kabupaten Mamasa untuk selanjutnya dibahas di tiap-tiap Fraksi DPRD Mamasa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (perda) tentang APBD perubahan tahun 2017.

“RAPBD ini kami terima untuk selanjutnya dibahas dimasing-masing fraksi untuk ditetapkan menjadi APBD Perubahan tahun 2017,” katanya.DMS-2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *