12.000 Ton Garam Barang Bukti Siap Dijual Kembali

JAKARTA, SR.- Pemerintah mengaku siap menjual kembali sebagian garam yang dijadikan barang bukti ke Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ke pasar. Sebelumnya, garam tersebut menjadi barang bukti kasus dugaan penyelewengan PT Garam.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti mengatakan, penjualan garam ke pasar setelah melakukan beberapa proses. Seperti dengan pelepasan segel untuk memenuhi permintaan pasar.

“Untuk supply. Kasusnya juga kan sudah P21. (Stoknya) kan tinggal 12.000,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dengan dijualnya garam barang bukti tersebut, banyak yang mengkhawatirkan akan adanya kelebihan stok garam di pasar. Pasalnya pemerintah juga telah membuka keran impor untuk 75.000 ton garam industri.

Namun hal tersebut dibantah secara tegas oleh Brhamantya. Menurutnya, tidak akan ada kelebihan stok garam meskipun barang bukti tersebut nantinya dijual di pasaran, justru bisa membantu menekan harga di pasaran.

“Soal dilepasnya stok itu, Brahmantya mengklaim tidak akan ada kelebihan stok di pasaran karena sisa impor yang bermasalah sebelumnya tinggal 12.000 ton,” jelasnya.

Sebagai informasi, nantinya garam yang dijual adalah barang bukti kasus penyalahgunaan izin impor yang sebelumnya menjerat Direktur Utama PT Garam Achmad Budiono. OKZ

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *